Saturday, January 25, 2014

Skripsi Mini


 
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Sehat itu mahal. Ungkapan itu benar adanya. Jika kita sakit berapa biaya yang harus dikeluarkan. Biaya obat, biaya dokter, dan biaya rumah sakit, apalagi jika sakit sampai berhari-hari. Karena itu, untuk mengantisipasi biaya sakit, sekarang ini banyak orang menyiasatinya dengan berlindung kepada asuransi, ataupun dengan melakukan pengobatan sendiri. Banyak sekali masyarakat yang bisa kita lihat di apotek-apotek maupun di banyak toko obat yang membeli obat untuk melakukan pengobatan sendiri, tetapi kebanyakan masyarakat yang berperilaku melakukan pengobatan sendiri ini menderita penyakit yang ringan.
Pengertian sakit berkaitan dengan gangguan psikososial yang dirasakan seseorang, sedangkan penyakit berkaitan dengan gangguan yang terjadi pada organ tubuh berdasarkan diagnosis profesi kesehatan. Sakit (illness) merupakan keluhan yang belum tentu karena penyakit (disease), tetapi selalu mempunyai relevansi psikososial.
Studi mengenai pengambilan keputusan untuk pencarian pengobatan sakit umumnya menyangkut tiga pertanyaan pokok, yaitu sumber pengobatan apa yang menurut anggota masyarakat mampu mengobati sakitnya, kriteria apa yang dipakai untuk memilih salah satu dari beberapa sumber pengobatan yang ada, dan bagaimana proses pengambilan keputusan untuk memilih sumber pengobatan tersebut. Sumber pengobatan di dunia mencakup tiga sektor yang saling terkait, yaitu pengobatan rumah tangga atau pengobatan sendiri, pengobatan medis, dan pengobatan tradisional. Persentase terbesar masyarakat memilih pengobatan sendiri untuk menanggulangi keluhannya. Pengobatan sendiri adalah upaya pengobatan sakit menggunakan obat, obat tradisional atau cara tradisional tanpa petunjuk ahlinya.

   
1.2  Permasalahan Penelitian
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut: Bagaiman perilaku kesehatan dan pola pencarian pengobatan di Desa Semanding RT 02 RW 01, Ponorogo ketika mereka mendapatkan keluhan kesehatan.

1.3  Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Diketahuinya perilaku kesehatan dan pola pencarian pengobatan di Desa Semanding RT 02 RW 01, Ponorogo ketika mereka mendapatkan keluhan kesehatan.

1.4  Manfaat Penelitian
Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian di atas, semoga penelitian ini bermanfaat:
1.      Dapat memberikan masukan dan pengembangan konsep bagi pengambil kebijakan bidang kesehatan khususnya tentang pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi Desa Semanding RT 02 RW 01, Ponorogo.
2.      Sebagai sumbangan pemikiran dan pengembangan bagaimana perilaku kesehatan dan pola pencarian pengobatan yang dilakukan masyarakat Desa Semanding RT 02 RW 01, Ponorogo.
3.      Masukan bagi pelayanan kesehatan pemerintah ataupun lembaga swadaya masyarakat yag menangani masalah kesehatan masyarakat Desa Semanding RT 02 RW 01, Ponorogo, sehingga dapat melakukan intervensi tentang pelayanan kesehatan yang diberikan dan memberikan kontribusi untuk berbagai hambatan pelaksanaan.
4.      Sebagai bahan referensi dan pengembangan konsep bagi peneliti lain yang berminat melakukan penelitian ini lebih lanjut.
5.      Bagi penulis untuk melatih dan meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah dengan proses berfikir ilmiah.

BAB 2
KAJIAN PUSTAKA

2.1                   Konsep Perilaku Kesehatan
                                    Skinner (1938) seorang ahli psikologi merumuskan bahwa perilaku merupakan respons atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Dengan demikian perilaku manusia terjadi melalui proses Stimulu Organisme Respons, sehingga teori Skinner ini disebut juga teori “S-O-R”.
Sejalan dengan batasan perilaku menurut Skinner maka perilaku kesehatan (health behavior) adalah respons seseorang terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sehat-sakit, penyakit, dan faktor-faktor yang mempengaruhi sehat-sakit (kesehatan) seperti lingkungan, makanan, minuman, dan pelayanan kesehatan.
Dengan kata lain, perilaku kesehatan merupakan semua aktivitas atau kegiatan seseorang baik yang dapat diamati (observable) maupun yang tidak dapat diamati (unobservable) yang berkaitan dengan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Pemeliharaan kesehatan ini mencakup mencegah atau melindungi diri dari penyakit dan masalah kesehatan lain, meningkatkan kesehatan, dan mencari penyembuhan apabila sakit atau terkena masalah kesehatan.
Oleh sebab itu perilaku kesehatn ini pada garis besarnya dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1.                  Perilaku orang yang sehat agar tetap sehat dan meningkat. Perilaku ini disebut perilaku sehat (healthy behavior) yang mencakup perilaku-perilaku (overt dan covert behavior) dalam mencegah atau menghindari dari penyakit dan penyeab penyakit atau penyebab masalah kesehatan (perilaku preventif) dan perilaku dalam mengupayakan meningkatanya kesehatan (perilaku promotif).
2.                  Perilaku orang yang sakit atau telah terkena masalah kesehatan, untuk memperoleh penyembuahn atau pemecahan masalah kesehatannya. Oleh sebab itu perilaku ini disebut perilaku pencarian pelayann kesehatan (health seeking behavior). Perilaku ini mencakup tindakan-tindakan yang diambil seseorang atau anaknya bila sakit atu terkena maslah kesehatn untuk memperoleh kesembuhan atau terlepasnya dari masalah kesehatn tersebut. (Soekidjo Notoatmojo, 2010)

2.2              Pengertian Perilaku Kesehatan
Perilaku kesehatan merupakan suatu repson seseorang (organisme) terhadap stimulus atau obyek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan dan minuman serta lingkungan. Dalam konteks pelayanan kesehatan, perilaku kesehatan dibagi menjadi dua: Perilaku masyarakat yang dilayani atau menerima pelayanan (consumer), dan Perilaku pemberi pelayanan atau petugas kesehatan yang melayani (provider). Dimensi Perilaku kesehatan dibagi menjadi dua (Soekidjo Notoatmojo, 2010: 24), yaitu:
a.       Healthy Behavior yaitu perilaku orang sehatuntuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan. Disebut juga perilaku preventif (Tindakan atau upaya untuk mencegah dari sakit dan masalah kesehatan yang lain: kecelakaan) dan promotif (Tindakan atau kegiatan untuk memelihara dan meningkatkannya kesehatannya). Contoh:
1.      Makan dengan gizi seimbang,
2.      Olah raga/kegiatan fisik secara teratur,
3.      Tidak mengkonsumsi makanan/minuman yang mengandung zat adiktif,
4.      Istirahat cukup,
5.      Rekreasi /mengendalikan stress.


b.      Health Seeking Behavior yaitu perilaku orang sakit untuk memperoleh kesembuhan dan pemulihan kesehatannya. Disebut juga perilaku kuratif dan rehabilitative yang mencakup kegiatan:
1.      Mengenali gejala penyakit
2.      Upaya memperoleh kesembuhan dan pemulihan yaitu dengan mengobati sendiri atau mencari pelayanan (tradisional, profesional)
3.      Patuh terhadap proses penyembuhan dan pemulihan (complientce) atau kepatuhan

2.3       Perilaku Pencarian Penyembuhan (Health Seeking Behaviour)
Perilaku pencarian penyembuhan atau pengobatan (health seeking behaviour) adalah perilaku orang atau masyarakat yang sedang mengalami sakit atau masalah kesehatan lain, untuk memperoleh pengobatan sehingga sembuh atau teratasi masalah kesehatannya. Bagi keluarga, masalah kesehatan atau penyakit bukan hanya terjadi pada dirinya sendiri, tetapi juga bagi anggota keluarga lain, terutama anak-anak. Anak-anak dalam keluarga, terutama anak balita dengan sendirinya perilaku pencarian pengobatan ini masih ditentukan atau tanggung jawab dari orang tuanya. Biasanya keputusan yang diambil adalah:
a.    Tidak dilakukan tindakan apa-apa
b.    Melakukan pengobatan sendiri, baik tradisional maipun modern
c.    Mencari pengobatan keluar, baik tradisional maupun modern.
Perilaku pengobatan sendiri adalah upaya yang dilakukan orang awam untuk mengatasi sakit atau keluhan yang dialaminya, tanpa bantuan tenaga ahli medis/tradisional. Pengobatan sendiri dapat menggunakan obat, obat tradisional atau cara tradisional. Obat yang digunakan umumnya golongan obat bebas dan obat bebas terbatas. Sedangkan obat tradisional yang digunakan meliputi simplisia, jamu gendong dan jamu berbungkus.
Sedangkan perilaku pencarian pengobatan keluar adalah menggunakan pelayanan kesehatan yang ada di daerah sekitarnya, dikelompokan dalam: Rumah sakit (Rumah sakit pemerintah maupun swasta), Praktek dokter, Puskesmas (Puskesmas Pembantu, Balai Kesehatan Masyarakat), Petugas kesehatan, dan Dukun atau Pengobatan tradisional (Batra), dan lainnya. (Soekidjo Notoatmojo, 2010)
























BAB 3
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1               Metode Penelitian
Jenis penilitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode survei (Notoatmodjo, 2005) untuk memperoleh gambaran mengenai perilaku dan pencarian pengobatan masyarakat Desa Semanding RT 02 RW 01, Ponorogo.
Sampel merupakan sebuah subset yang dicuplik dari populasi yang diamati atau diukur oleh peneliti . cara pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan lokasi sampel dan kedua adalah menentukan responden penelitian,

3.2               Waktu dan Tempat
Penulis hanya melakukan sekali kunjungan ke Desa Semanding RT 02 RW 01, Ponorogo, yakni tanggal 13 Januari 2014.

3.3              Responden Penelitian
Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo sebanyak 30 orang.











3.4               Hasil Penelitian
3.4.1  Umur Responden
Tabel 3.1 Distribusi Berdasarkan Umur Responden Di Desa Semanding
RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan
Januari Tahun 2014
No
Umur
Jumlah
Persentase (%)
1
20-30 Tahun
2
6.7
2
30-40 Tahun
3
10.0
3
40-50 Tahun
8
26.7
4
50-60 Tahun
7
23.3
5
>60 Tahun
10
33.3
Jumlah
30
100.0
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.1 diketahui bahwa umur responden terbanyak terdapat pada usia diatas 60 tahun (33.3%) dan yang terendah anatar 20-30 tahun (6.7%).

3.4.2       Jenis Kelamin Responden
Tabel 3.2 Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
No
Jenis Kelamin
Jumlah
Persentase (%)
1
Laki-Laki
13
43.3
2
Perempuan
17
56,7
Jumlah
30
100
Sumber : Data Primer tahun 2014
 Berdasarkan tabel 3.2 diketahui bahwa jenis responden terbanyak terdapat pada perempuan sebesar 17 orang (56,7%).
3.4.3          Pendidikan Responden
Tabel 3.3 Distribusi Berdasarkan Pendidikan Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
No
Pendidikan
Jumlah
Persentase (%)
1
SD
14
46,7
2
SMP
2
6,7
3
SMA
9
30.0
4
TS
5
16,7
Jumlah
30
100
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.3 tingkat pendidikan responden terbanyak adalah SD sebesar 14 orang (46,7%) dan yang paling sedikit adalah tingkat SMP sebanyak 2 orang (6,7%)
3.4.4         Pekerjaan Responden
Tabel 3.4 Distribusi Berdasarkan Pekerjaan Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
No
Pekerjaan
Jumlah
Persentase (%)
1
Petani
12
40.0
2
Guru
1
3.3
3
Wiraswasta
7
23.3
4
Buruh
3
10.0
5
Ibu Rumah Tangga
7
23.3
Jumlah
30
100.0
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.4 tingkat pekerjaan yang paling banyak adalah pentani sebesar 12 orang (40%) dan yang paling sedikit adalah Guru hanya 1 orang (3.3%).
3.4.5    Persepsi Sakit
Tabel 3.5 Distribusi Berdasarkan Persepsi sakit Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
NO
Persepsi Sakit
Jumlah
Persentase (%)
1
Merasa tidak enak badan
25
83.3
2
Tidak Biasa Beraktivitas
5
16.7
3
Sebutkan...
0
0
Jumlah
30
100
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.5 paling banyak responden menilai dirinya sakit ketika merasakan tidak enak badan sebesar 25 orang (83,3%).
3.4.6        Persepsi Pelayanan Kesehatan yang Baik
Tabel 3.6 Distribusi Berdasarkan Persepsi Pelayanan kesehatan yang baik Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
NO
Persepsi
Jumlah
Persentase (%)
1
Petugas yang ramah
7
23,3
2
Fasilitas yang memadai
15
50,0
3
Biaya Murah
8
26,7
Jumlah
30
100
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.6 paling banyak responden menilai pelayanan kesehatan yang baik adalah fasilitas yang memadai sebesar 15 orang (50%) dan yang paling sedikit adalah petugas yang ramag sebesar 7 orang (23,3%).
3.4.7        Upaya Mencegah Penyakit
Tabel 3.7 Distribusi Berdasarkan Upaya Pencegahan Penyakit Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
No
Upaya Mencegah Penyakit
Jumlah
Persentase (%)
1
Olahraga
10
33,3
2
Minum Vitamin
1
3,3
3
Makan Makanan Bergizi
19
63,3
Jumlah
30
100
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.7 diketahui bahwa penilaian responden untuk mencegah penyakit dengan makan makanan bergizi sebanyak 19 orang (63,3%) dan paling sedikit adalah dengan minum vitamin sebanyak 1 orang (3,3%).
3.4.8        Kepemilikan Asuransi Kesehatan
Tabel 3.8 Distribusi Berdasarkan Kepemilikan Asuransi Kesehatan Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
No
Memiliki Asuransi Kesehatan
Jumlah
Presentase (%)
1
Ya
8
26,7
2
Tidak
22
73,3
Jumlah
30
100
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.8 diketahui bahwa sangat sedikit responden yang tidak memiliki asuransi kesehatan yaitu 22 orang (73,3%).
3.4.9        Jenis Pengobatan yang Aman
Tabel 3.9 Distribusi Berdasarkan Jenis Pengobatan yang Aman pada Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
No
Persepsi
Jumlah
Persentase (%)
1
Lebih aman pengobatan sendiri
5
16,7
2
Lebih aman menggunakan pelayanan kesehatan
21
70,0
3
Sama saja
4
13,3
Jumlah
30
100
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.9 diketahui bahwa penilaian responden tentang jenis pengobatan yang aman adalah paling banyak lebih aman menggunakan pelayanan kesehatan sebesar 21 orang (70%) dan yang paling sedikit adalah sama saja sebesar 4 orang (13,3%).
3.4.10    Alasan Melakukan Pengobatan Sendiri
Tabel 3.10 Distribusi Berdasarkan Alasan Melakukan Pengobatan Sendiri pada Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
No
Alasan
Jumlah
Persentase (%)
1
Lebih murah
21
70,0
2
Mudah didapat
7
23,3
3
Tidak ribet
2
6,7
Jumlah
30
100
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.10 diketahui bahwa penilaian responden tentang alasan melakukan pengobatan sendiri  adalah paling banyak lebih murah sebesar 21 orang (70%) dan yang paling sedikit adalah tidak ribet sebesar 2 orang (6,7%).
3.4.11    Kendala dalam Pengobatan
Tabel 3.11 Distribusi Berdasarkan Kendala dalam Pengobatan pada Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
No
Kendala Pengobatan
Jumlah
Persentase (%)
1
Jarak jauh
11
36,7
2
Biaya mahal
18
60,0
3
Pelayanan kurang baik
1
3,3
Jumlah
30
100
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.11 diketahui bahwa kendala dalam pengobatan paling banyak biaya yang mahal sebesar 18 orang (60%) dan yang paling sedikit adalah pelayan kurang baik sebesar 1 orang (3,3%).
3.4.12    Alasan Melakukan Pencarian Pengobatan
Tabel 3.12 Distribusi Alasan Melakukan Pencarian Pengobatan Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
No
Alasan
Jumlah
Persentase (%)
1
Ingin sembuh
30
100,0
2
Pengaruh keluarga
0
0
3
Pengaruh lingkungan
0
0
Jumlah
30
100
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.12 diketahui bahwa alasan melakukan pencarian pengobatan seluruh responden memilih ingin sembuh yaitu 30 orang (100%).
3.4.13    Jenis Pengobatan yang Sering Dilakukan
Tabel 3.13 Distribusi Jenis Pengobatan yang Sering Dilakukan pada Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
No
Jenis pengobatan
Jumlah
Persentase (%)
1
Mengobati sendiri
10
33,3
2
Kefasilitas Modern
20
66,7
3
Ke dukun
0
0
Jumlah
30
100
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.13 diketahui bahwa jenis pengobatan yang sering dilakukan para responden adalah pergi kefasilitas modern sebanyak 20 orang (66,7%).
3.4.14    Jenis Obat yang Sering Dikonsumsi
Tabel 3.14 Distribusi Jenis Obat yang Sering Dikonsumsi pada Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
No
Jenis Obat
Jumlah
Persentase (%)
1
Obat modern
26
86,7
2
Obat Tradisional
4
13,3
3
Obat-Obat Lin
0
0
Jumlah
30
100
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.14 diketahui bahwa jenis obat yang sering dilakukan pada responden adalah jenos obat modern yaitu obat dari doketr atau beli diwarung yang sebanyak 26 orang (86,7%).
3.4.15    Sumber dalam Pencarian Pengobatan
Tabel 3.15 Distribusi sumber dalam pencarian pengobatan pada Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
No
Sumber
Jumlah
Persentase (%)
1
Diri sendiri
13
43,3
2
Keluarga
17
56,7
3
Lingkungan
0
0
Jumlah
30
100
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.15 diketahui bahwa sumber dalam pencarian pengobatan yang paling dipercaya adalah keluarga sebesar 17 orang (56,7%).
3.4.16    Alternative dalam Berobat
Tabel 3.16 Distribusi alternative dalam berobat pada Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
No
Alternative
Jumlah
Persentase (%)
1
Mencari Altrenative lain
22
73,3
2
Melakukan pengobatan sendiri
1
3,3
3
Membiarkannya
7
23,3
Jumlah
30
100
Sumber : Data Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.16 diketahui bahwa alternative dalam berobat yang dilakukan responden paling banyak adalah mencari alternative lain sebanyak 22 orang (73,3%) dan yang paling sedikit adalah melakukan pengobatan sendiri yaitu 1 orang (3,3%).

3.5              Pembahasan
            Hasil penelitian menunjukan 25 (83,3%) responden merasa tidak enak badan apabila sedang merasakan sakit dan para responden ini langsung membawanya ke fasilitas modern atau pelayanan kesehatan seperti puskesmas sebesar 20 (66,7%) daripada mengobati sendiri yang menurut mereka kurang begitu ampuh, walaupun para responden ini juga menyadari bahwa melakukan pengobatan sendiri lebih murah 21 (70%). Apa yang dilakukan oleh responden seperti teori yang dikatakan Soekidjo Notoatmodjo dalam bukunya Ilmu Perilaku Kesehatan, bahwa Perilaku pencarian penyembuhan atau pengobatan (health seeking behaviour) adalah perilaku orang atau masyarakat yang sedang mengalami sakit atau masalah kesehatan lain, untuk memperoleh pengobatan sehingga sembuh atau teratasi masalah kesehatannya. Namun juga tidak bisa dipungkiri bahwa ada kendala dalam pengobatan modern sebesar 18 (60%) responden mengatakan bahwa biaya mahal.
Sungguh disayangkan wilayah tempat tinggal para responden juga tidak terlalu pelosok, namun hampir keseluruhan para responden 22(73%) tidak memiliki asuransi kesehatan. Asuransi ini padahal sangat berguna bagi para responden, karena hampir seluruh responden saat diwawancara lebih aman menggunakan pelayanan kesehatan 21 (70%). Menurut pengakuan salah satu responden kesehatannya akan lebih terjamin daripada harus mencari pengobatan sendiri yang mereka sendiri tidak tahu nantinya akan sembuh atau tidak. Namun, apabila hanya merasakan gejala-gejala sakit yang ringan, para responden hanya menggunakan obat modern 26 (86,7%) daripada harus meramu sendiri jamu-jamu yang sangat tidak mudah. Sebagian besar responden memilih kealternatif lain 22 (73,3%) ketika mereka tidak mendapatkan kesembuhan ditempat sebelumnya.
Saat ditanya mengenai siapa yang paling berpengaruh dalam pencarian pengobatan, para responden banyak memilih keluarga 17 (56,7%), karena keluarga adalah orang terdekat dan dapat dipercaya. Fasilitas yang memadai adalah pilihan paling banyak digunakan 15 (50%) ketika para responden dalam menjawab pertanyaan mengenai pelayan kesehatan yang baik, karena menurut salah satu responden, percuma apabila memiliki petugas yang ramah atau biaya yang muarah tetapi fasilitas tidak lengkap. Untuk upaya pencegahan penyakit yang akan dilakukan oleh para responden adalah makan makanan bergizi 15 (65,3%), yang dapat menyerap secara langsung kedalam tubuh mereka.
Jadi walaupun sebagian pekerjaan responden adalah sebagai petani 12 (40%) dan tingkat pendidikan yang rendah yaitu SD 14 (46,7%), dan juga sebagian para responden berumur diatas 60 tahun 10 (33.3%), tetapi tidak menyulutkan mereka untuk mencari pengobatan yang baik. Karena pada dasarnya seluruh responden 30 (100%) menginginkan kesembuhan ketika mereka berobat.

BAB 4
PENUTUP

4.1       Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.      Persepsi sakit responden di Desa Semanding RT 02 RW 01 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo adalah terbanyak jika responden merasa tidak enak badan sebesar 83,3%, selanjutnya adalah jika tidak bisa beraktivitas sebesar 16,7%.
2.      Pilihan pencarian pengobatan oleh responden di Desa Semanding RT 02 RW 01 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo berturut-turut adalah terbanyak dengan pergi ke fasilitas modern seperti rumah sakit, puskesmas atau dokter  sebesar 66.7%, selanjutnya dengan mengobati sendiri sebesar 33.3%.

4.2       Saran
Saran yang dapat direkomendasikan yaitu:
1.      Sebaiknya pemerintah Desa Semanding lebih memperhatikan kesehatan warganya.
2.      Sebaiknya pemerintah juga lebih aktif dalam sosialisasi tentang asuransi kesehatan, supaya para warga memiliki asuransi kesehatan.
3.      Sebainya fasilitas kesehatan di Desa Semanding disediakan fasilitas yang memadai.

DAFTAR PUSTAKA



Notoatmodjo, Soekidjo.2010.Ilmu Perilaku Kesehatan.Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, Soekidjo.2005.Metode Penelitian Kesehatan (Edisi Revisi).Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, Soekidjo.2007.Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.Jakarta: Rineka Cipta.




DAFTAR LAMPIRAN


No comments:

Post a Comment