BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sehat itu mahal.
Ungkapan itu benar adanya. Jika kita sakit berapa biaya yang harus dikeluarkan.
Biaya obat, biaya dokter, dan biaya rumah sakit, apalagi jika sakit sampai
berhari-hari. Karena itu, untuk mengantisipasi biaya sakit, sekarang ini banyak
orang menyiasatinya dengan berlindung kepada asuransi, ataupun dengan melakukan
pengobatan sendiri. Banyak sekali masyarakat yang bisa kita lihat di
apotek-apotek maupun di banyak toko obat yang membeli obat untuk melakukan
pengobatan sendiri, tetapi kebanyakan masyarakat yang berperilaku melakukan
pengobatan sendiri ini menderita penyakit yang ringan.
Pengertian sakit
berkaitan dengan gangguan psikososial yang dirasakan seseorang, sedangkan
penyakit berkaitan dengan gangguan yang terjadi pada organ tubuh berdasarkan
diagnosis profesi kesehatan. Sakit (illness) merupakan keluhan yang belum tentu
karena penyakit (disease), tetapi selalu mempunyai relevansi psikososial.
Studi mengenai
pengambilan keputusan untuk pencarian pengobatan sakit umumnya menyangkut tiga
pertanyaan pokok, yaitu sumber pengobatan apa yang menurut anggota masyarakat
mampu mengobati sakitnya, kriteria apa yang dipakai untuk memilih salah satu
dari beberapa sumber pengobatan yang ada, dan bagaimana proses pengambilan
keputusan untuk memilih sumber pengobatan tersebut. Sumber pengobatan di dunia
mencakup tiga sektor yang saling terkait, yaitu pengobatan rumah tangga atau
pengobatan sendiri, pengobatan medis, dan pengobatan tradisional. Persentase
terbesar masyarakat memilih pengobatan sendiri untuk menanggulangi keluhannya.
Pengobatan sendiri adalah upaya pengobatan sakit menggunakan obat, obat
tradisional atau cara tradisional tanpa petunjuk ahlinya.
1.2 Permasalahan Penelitian
Berdasarkan latar
belakang diatas, dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut:
Bagaiman perilaku kesehatan dan pola pencarian pengobatan di Desa Semanding RT
02 RW 01, Ponorogo ketika mereka mendapatkan keluhan kesehatan.
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang
ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: Diketahuinya perilaku kesehatan dan
pola pencarian pengobatan di Desa Semanding RT 02 RW 01, Ponorogo ketika mereka
mendapatkan keluhan kesehatan.
1.4 Manfaat Penelitian
Berdasarkan masalah
dan tujuan penelitian di atas, semoga penelitian ini bermanfaat:
1.
Dapat memberikan masukan dan pengembangan konsep bagi
pengambil kebijakan bidang kesehatan khususnya tentang pemanfaatan pelayanan
kesehatan bagi Desa Semanding RT 02 RW 01, Ponorogo.
2.
Sebagai sumbangan pemikiran dan pengembangan bagaimana
perilaku kesehatan dan pola pencarian pengobatan yang dilakukan masyarakat Desa
Semanding RT 02 RW 01, Ponorogo.
3.
Masukan bagi pelayanan kesehatan pemerintah ataupun lembaga
swadaya masyarakat yag menangani masalah kesehatan masyarakat Desa Semanding RT
02 RW 01, Ponorogo, sehingga dapat melakukan intervensi tentang pelayanan
kesehatan yang diberikan dan memberikan kontribusi untuk berbagai hambatan
pelaksanaan.
4.
Sebagai bahan referensi dan pengembangan konsep bagi
peneliti lain yang berminat melakukan penelitian ini lebih lanjut.
5.
Bagi penulis untuk melatih dan meningkatkan kemampuan dalam
memecahkan masalah dengan proses berfikir ilmiah.
BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
2.1
Konsep Perilaku
Kesehatan
Skinner
(1938) seorang ahli psikologi merumuskan bahwa perilaku merupakan respons atau
reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Dengan demikian
perilaku manusia terjadi melalui proses Stimulu Organisme Respons, sehingga
teori Skinner ini disebut juga teori “S-O-R”.
Sejalan dengan batasan perilaku menurut Skinner maka perilaku kesehatan (health behavior) adalah respons seseorang terhadap stimulus atau objek
yang berkaitan dengan sehat-sakit, penyakit, dan faktor-faktor yang
mempengaruhi sehat-sakit (kesehatan) seperti lingkungan, makanan, minuman, dan
pelayanan kesehatan.
Dengan kata lain, perilaku kesehatan
merupakan semua aktivitas atau kegiatan seseorang baik yang dapat diamati
(observable) maupun yang tidak dapat diamati (unobservable) yang berkaitan
dengan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Pemeliharaan kesehatan ini
mencakup mencegah atau melindungi diri dari penyakit dan masalah kesehatan
lain, meningkatkan kesehatan, dan mencari penyembuhan apabila sakit atau
terkena masalah kesehatan.
Oleh sebab itu perilaku kesehatn ini pada garis besarnya dikelompokkan
menjadi dua, yaitu :
1.
Perilaku orang yang sehat agar tetap sehat dan meningkat.
Perilaku ini disebut perilaku sehat (healthy
behavior) yang mencakup perilaku-perilaku (overt dan covert behavior)
dalam mencegah atau menghindari dari penyakit dan penyeab penyakit atau
penyebab masalah kesehatan (perilaku preventif) dan perilaku dalam mengupayakan
meningkatanya kesehatan (perilaku promotif).
2.
Perilaku orang yang sakit atau telah terkena masalah
kesehatan, untuk memperoleh penyembuahn atau pemecahan masalah kesehatannya.
Oleh sebab itu perilaku ini disebut perilaku pencarian pelayann kesehatan (health seeking behavior). Perilaku ini
mencakup tindakan-tindakan yang diambil seseorang atau anaknya bila sakit atu
terkena maslah kesehatn untuk memperoleh kesembuhan atau terlepasnya dari masalah
kesehatn tersebut. (Soekidjo Notoatmojo, 2010)
2.2
Pengertian Perilaku
Kesehatan
Perilaku
kesehatan merupakan suatu repson seseorang (organisme) terhadap stimulus atau
obyek yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan,
makanan dan minuman serta lingkungan. Dalam konteks pelayanan kesehatan,
perilaku kesehatan dibagi menjadi dua: Perilaku masyarakat yang dilayani atau
menerima pelayanan (consumer), dan Perilaku pemberi pelayanan atau petugas kesehatan
yang melayani (provider). Dimensi Perilaku kesehatan dibagi menjadi dua
(Soekidjo Notoatmojo, 2010: 24), yaitu:
a. Healthy Behavior yaitu perilaku
orang sehatuntuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan. Disebut juga
perilaku preventif (Tindakan atau upaya untuk mencegah dari sakit dan masalah
kesehatan yang lain: kecelakaan) dan promotif (Tindakan atau kegiatan untuk
memelihara dan meningkatkannya kesehatannya). Contoh:
1. Makan dengan gizi seimbang,
2. Olah raga/kegiatan fisik secara
teratur,
3. Tidak mengkonsumsi makanan/minuman
yang mengandung zat adiktif,
4. Istirahat cukup,
5. Rekreasi /mengendalikan stress.
b. Health Seeking Behavior yaitu
perilaku orang sakit untuk memperoleh kesembuhan dan pemulihan kesehatannya.
Disebut juga perilaku kuratif dan rehabilitative yang mencakup kegiatan:
1. Mengenali gejala penyakit
2. Upaya memperoleh kesembuhan dan pemulihan yaitu dengan mengobati
sendiri atau mencari pelayanan (tradisional, profesional)
3. Patuh terhadap proses penyembuhan
dan pemulihan (complientce) atau kepatuhan
2.3 Perilaku
Pencarian Penyembuhan (Health Seeking Behaviour)
Perilaku
pencarian penyembuhan atau pengobatan (health seeking behaviour) adalah
perilaku orang atau masyarakat yang sedang mengalami sakit atau masalah
kesehatan lain, untuk memperoleh pengobatan sehingga sembuh atau teratasi
masalah kesehatannya. Bagi keluarga, masalah kesehatan atau penyakit bukan
hanya terjadi pada dirinya sendiri, tetapi juga bagi anggota keluarga lain,
terutama anak-anak. Anak-anak dalam keluarga, terutama anak balita dengan
sendirinya perilaku pencarian pengobatan ini masih ditentukan atau tanggung
jawab dari orang tuanya. Biasanya keputusan yang diambil adalah:
a. Tidak
dilakukan tindakan apa-apa
b. Melakukan
pengobatan sendiri, baik tradisional maipun modern
c. Mencari
pengobatan keluar, baik tradisional maupun modern.
Perilaku pengobatan sendiri adalah upaya yang dilakukan orang awam untuk
mengatasi sakit atau keluhan yang dialaminya, tanpa bantuan tenaga ahli
medis/tradisional. Pengobatan sendiri dapat menggunakan obat, obat tradisional
atau cara tradisional. Obat yang digunakan umumnya golongan obat bebas dan obat
bebas terbatas. Sedangkan obat tradisional yang digunakan meliputi simplisia,
jamu gendong dan jamu berbungkus.
Sedangkan perilaku pencarian pengobatan keluar adalah menggunakan pelayanan
kesehatan yang ada di daerah sekitarnya, dikelompokan dalam: Rumah sakit (Rumah
sakit pemerintah maupun swasta), Praktek dokter, Puskesmas (Puskesmas Pembantu,
Balai Kesehatan Masyarakat), Petugas kesehatan, dan Dukun atau Pengobatan
tradisional (Batra), dan lainnya. (Soekidjo Notoatmojo, 2010)
BAB 3
HASIL DAN
PEMBAHASAN
3.1
Metode Penelitian
Jenis penilitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode
survei (Notoatmodjo, 2005) untuk memperoleh gambaran mengenai perilaku dan
pencarian pengobatan masyarakat Desa Semanding RT 02 RW 01, Ponorogo.
Sampel merupakan sebuah subset yang dicuplik dari populasi yang diamati
atau diukur oleh peneliti . cara pengambilan sampel dalam penelitian ini
dilakukan dengan pendekatan lokasi sampel dan kedua adalah menentukan responden
penelitian,
3.2
Waktu dan Tempat
Penulis hanya melakukan sekali kunjungan ke Desa Semanding RT 02 RW 01,
Ponorogo, yakni tanggal 13 Januari 2014.
3.3
Responden
Penelitian
Responden dalam
penelitian ini adalah masyarakat di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan
Jenangan Kabupaten Ponorogo sebanyak 30 orang.
3.4
Hasil Penelitian
3.4.1 Umur Responden
Tabel 3.1 Distribusi Berdasarkan Umur Responden Di Desa Semanding
RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan
Januari Tahun 2014
|
No
|
Umur
|
Jumlah
|
Persentase
(%)
|
|
1
|
20-30 Tahun
|
2
|
6.7
|
|
2
|
30-40 Tahun
|
3
|
10.0
|
|
3
|
40-50 Tahun
|
8
|
26.7
|
|
4
|
50-60 Tahun
|
7
|
23.3
|
|
5
|
>60 Tahun
|
10
|
33.3
|
|
Jumlah
|
30
|
100.0
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel
3.1 diketahui bahwa umur responden terbanyak terdapat pada usia diatas 60 tahun
(33.3%) dan yang terendah anatar 20-30 tahun (6.7%).
3.4.2
Jenis Kelamin Responden
Tabel 3.2 Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin
Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo,
Bulan Januari Tahun 2014
|
No
|
Jenis Kelamin
|
Jumlah
|
Persentase (%)
|
|
1
|
Laki-Laki
|
13
|
43.3
|
|
2
|
Perempuan
|
17
|
56,7
|
|
Jumlah
|
30
|
100
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.2 diketahui bahwa jenis
responden terbanyak terdapat pada perempuan sebesar 17 orang (56,7%).
3.4.3
Pendidikan Responden
Tabel 3.3 Distribusi Berdasarkan
Pendidikan Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten
Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
|
No
|
Pendidikan
|
Jumlah
|
Persentase (%)
|
|
1
|
SD
|
14
|
46,7
|
|
2
|
SMP
|
2
|
6,7
|
|
3
|
SMA
|
9
|
30.0
|
|
4
|
TS
|
5
|
16,7
|
|
Jumlah
|
30
|
100
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.3 tingkat pendidikan responden terbanyak
adalah SD sebesar 14 orang (46,7%) dan yang paling sedikit adalah tingkat SMP
sebanyak 2 orang (6,7%)
3.4.4
Pekerjaan Responden
Tabel 3.4 Distribusi Berdasarkan
Pekerjaan Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten
Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
|
No
|
Pekerjaan
|
Jumlah
|
Persentase (%)
|
|
1
|
Petani
|
12
|
40.0
|
|
2
|
Guru
|
1
|
3.3
|
|
3
|
Wiraswasta
|
7
|
23.3
|
|
4
|
Buruh
|
3
|
10.0
|
|
5
|
Ibu Rumah Tangga
|
7
|
23.3
|
|
Jumlah
|
30
|
100.0
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.4 tingkat
pekerjaan yang paling banyak adalah pentani sebesar 12 orang (40%) dan yang
paling sedikit adalah Guru hanya 1 orang (3.3%).
3.4.5 Persepsi Sakit
Tabel 3.5 Distribusi Berdasarkan Persepsi
sakit Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten
Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
|
NO
|
Persepsi Sakit
|
Jumlah
|
Persentase (%)
|
|
1
|
Merasa tidak enak
badan
|
25
|
83.3
|
|
2
|
Tidak Biasa
Beraktivitas
|
5
|
16.7
|
|
3
|
Sebutkan...
|
0
|
0
|
|
Jumlah
|
30
|
100
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.5 paling banyak responden menilai dirinya sakit ketika
merasakan tidak enak badan sebesar 25 orang (83,3%).
3.4.6
Persepsi Pelayanan
Kesehatan yang Baik
Tabel 3.6 Distribusi Berdasarkan Persepsi Pelayanan
kesehatan yang baik Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan
Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
|
NO
|
Persepsi
|
Jumlah
|
Persentase
(%)
|
|
1
|
Petugas yang ramah
|
7
|
23,3
|
|
2
|
Fasilitas yang memadai
|
15
|
50,0
|
|
3
|
Biaya Murah
|
8
|
26,7
|
|
Jumlah
|
30
|
100
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.6 paling banyak responden menilai pelayanan kesehatan
yang baik adalah fasilitas yang memadai sebesar 15 orang (50%) dan yang paling
sedikit adalah petugas yang ramag sebesar 7 orang (23,3%).
3.4.7
Upaya Mencegah
Penyakit
Tabel 3.7 Distribusi Berdasarkan Upaya Pencegahan
Penyakit Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten
Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
|
No
|
Upaya Mencegah Penyakit
|
Jumlah
|
Persentase (%)
|
|
1
|
Olahraga
|
10
|
33,3
|
|
2
|
Minum Vitamin
|
1
|
3,3
|
|
3
|
Makan Makanan Bergizi
|
19
|
63,3
|
|
Jumlah
|
30
|
100
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.7 diketahui bahwa penilaian responden untuk mencegah
penyakit dengan makan makanan bergizi sebanyak 19 orang (63,3%) dan paling
sedikit adalah dengan minum vitamin sebanyak 1 orang (3,3%).
3.4.8
Kepemilikan
Asuransi Kesehatan
Tabel 3.8 Distribusi Berdasarkan Kepemilikan Asuransi Kesehatan Responden Di Desa
Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari
Tahun 2014
|
No
|
Memiliki
Asuransi Kesehatan
|
Jumlah
|
Presentase
(%)
|
|
1
|
Ya
|
8
|
26,7
|
|
2
|
Tidak
|
22
|
73,3
|
|
Jumlah
|
30
|
100
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.8 diketahui bahwa sangat sedikit responden yang tidak
memiliki asuransi kesehatan yaitu 22 orang (73,3%).
3.4.9
Jenis Pengobatan
yang Aman
Tabel 3.9 Distribusi Berdasarkan Jenis Pengobatan yang Aman pada Responden Di Desa
Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun
2014
|
No
|
Persepsi
|
Jumlah
|
Persentase
(%)
|
|
1
|
Lebih aman pengobatan sendiri
|
5
|
16,7
|
|
2
|
Lebih aman menggunakan pelayanan
kesehatan
|
21
|
70,0
|
|
3
|
Sama saja
|
4
|
13,3
|
|
Jumlah
|
30
|
100
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.9 diketahui bahwa penilaian responden tentang jenis
pengobatan yang aman adalah paling banyak lebih aman menggunakan pelayanan
kesehatan sebesar 21 orang (70%) dan yang paling sedikit adalah sama saja
sebesar 4 orang (13,3%).
3.4.10
Alasan Melakukan
Pengobatan Sendiri
Tabel 3.10 Distribusi Berdasarkan Alasan Melakukan
Pengobatan Sendiri pada Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan
Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
|
No
|
Alasan
|
Jumlah
|
Persentase
(%)
|
|
1
|
Lebih murah
|
21
|
70,0
|
|
2
|
Mudah didapat
|
7
|
23,3
|
|
3
|
Tidak ribet
|
2
|
6,7
|
|
Jumlah
|
30
|
100
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.10 diketahui bahwa penilaian responden tentang alasan
melakukan pengobatan sendiri adalah
paling banyak lebih murah sebesar 21 orang (70%) dan yang paling sedikit adalah
tidak ribet sebesar 2 orang (6,7%).
3.4.11
Kendala dalam
Pengobatan
Tabel 3.11 Distribusi Berdasarkan Kendala dalam
Pengobatan pada Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan
Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
|
No
|
Kendala
Pengobatan
|
Jumlah
|
Persentase
(%)
|
|
1
|
Jarak jauh
|
11
|
36,7
|
|
2
|
Biaya mahal
|
18
|
60,0
|
|
3
|
Pelayanan kurang baik
|
1
|
3,3
|
|
Jumlah
|
30
|
100
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.11 diketahui bahwa kendala dalam pengobatan paling
banyak biaya yang mahal sebesar 18 orang (60%) dan yang paling sedikit adalah pelayan
kurang baik sebesar 1 orang (3,3%).
3.4.12
Alasan Melakukan
Pencarian Pengobatan
Tabel 3.12 Distribusi Alasan Melakukan Pencarian
Pengobatan Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten
Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
|
No
|
Alasan
|
Jumlah
|
Persentase
(%)
|
|
1
|
Ingin sembuh
|
30
|
100,0
|
|
2
|
Pengaruh keluarga
|
0
|
0
|
|
3
|
Pengaruh lingkungan
|
0
|
0
|
|
Jumlah
|
30
|
100
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.12 diketahui bahwa alasan melakukan pencarian pengobatan
seluruh responden memilih ingin sembuh yaitu 30 orang (100%).
3.4.13
Jenis Pengobatan
yang Sering Dilakukan
Tabel 3.13 Distribusi Jenis Pengobatan yang Sering
Dilakukan pada Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan
Kabupaten Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
|
No
|
Jenis
pengobatan
|
Jumlah
|
Persentase
(%)
|
|
1
|
Mengobati sendiri
|
10
|
33,3
|
|
2
|
Kefasilitas Modern
|
20
|
66,7
|
|
3
|
Ke dukun
|
0
|
0
|
|
Jumlah
|
30
|
100
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.13 diketahui bahwa jenis pengobatan yang sering
dilakukan para responden adalah pergi kefasilitas modern sebanyak 20 orang
(66,7%).
3.4.14
Jenis Obat yang
Sering Dikonsumsi
Tabel 3.14 Distribusi Jenis Obat yang Sering Dikonsumsi
pada Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten
Ponorogo, Bulan Januari Tahun 2014
|
No
|
Jenis
Obat
|
Jumlah
|
Persentase
(%)
|
|
1
|
Obat modern
|
26
|
86,7
|
|
2
|
Obat Tradisional
|
4
|
13,3
|
|
3
|
Obat-Obat Lin
|
0
|
0
|
|
Jumlah
|
30
|
100
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.14 diketahui bahwa jenis obat yang sering dilakukan
pada responden adalah jenos obat modern yaitu obat dari doketr atau beli
diwarung yang sebanyak 26 orang (86,7%).
3.4.15
Sumber dalam
Pencarian Pengobatan
Tabel 3.15 Distribusi sumber dalam pencarian pengobatan pada
Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo,
Bulan Januari Tahun 2014
|
No
|
Sumber
|
Jumlah
|
Persentase
(%)
|
|
1
|
Diri sendiri
|
13
|
43,3
|
|
2
|
Keluarga
|
17
|
56,7
|
|
3
|
Lingkungan
|
0
|
0
|
|
Jumlah
|
30
|
100
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.15 diketahui bahwa sumber dalam pencarian pengobatan
yang paling dipercaya adalah keluarga sebesar 17 orang (56,7%).
3.4.16
Alternative dalam
Berobat
Tabel 3.16 Distribusi alternative dalam berobat pada
Responden Di Desa Semanding RT 02 RW 03 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, Bulan
Januari Tahun 2014
|
No
|
Alternative
|
Jumlah
|
Persentase
(%)
|
|
1
|
Mencari Altrenative lain
|
22
|
73,3
|
|
2
|
Melakukan pengobatan sendiri
|
1
|
3,3
|
|
3
|
Membiarkannya
|
7
|
23,3
|
|
Jumlah
|
30
|
100
|
|
Sumber : Data
Primer tahun 2014
Berdasarkan tabel 3.16 diketahui bahwa alternative dalam berobat yang
dilakukan responden paling banyak adalah mencari alternative lain sebanyak 22
orang (73,3%) dan yang paling sedikit adalah melakukan pengobatan sendiri yaitu
1 orang (3,3%).
3.5
Pembahasan
Hasil penelitian menunjukan 25 (83,3%)
responden merasa tidak enak badan apabila sedang merasakan sakit dan para
responden ini langsung membawanya ke fasilitas modern atau pelayanan kesehatan
seperti puskesmas sebesar 20 (66,7%) daripada mengobati sendiri yang menurut
mereka kurang begitu ampuh, walaupun para responden ini juga menyadari bahwa
melakukan pengobatan sendiri lebih murah 21 (70%). Apa yang dilakukan oleh
responden seperti teori yang dikatakan Soekidjo Notoatmodjo dalam bukunya Ilmu Perilaku Kesehatan, bahwa Perilaku pencarian
penyembuhan atau pengobatan (health seeking behaviour) adalah perilaku orang
atau masyarakat yang sedang mengalami sakit atau masalah kesehatan lain, untuk
memperoleh pengobatan sehingga sembuh atau teratasi masalah kesehatannya. Namun
juga tidak bisa dipungkiri bahwa ada kendala dalam pengobatan modern sebesar 18
(60%) responden mengatakan bahwa biaya mahal.
Sungguh disayangkan
wilayah tempat tinggal para responden juga tidak terlalu pelosok, namun hampir
keseluruhan para responden 22(73%) tidak memiliki asuransi kesehatan. Asuransi
ini padahal sangat berguna bagi para responden, karena hampir seluruh responden
saat diwawancara lebih aman menggunakan pelayanan kesehatan 21 (70%). Menurut
pengakuan salah satu responden kesehatannya akan lebih terjamin daripada harus
mencari pengobatan sendiri yang mereka sendiri tidak tahu nantinya akan sembuh
atau tidak. Namun, apabila hanya merasakan gejala-gejala sakit yang ringan,
para responden hanya menggunakan obat modern 26 (86,7%) daripada harus meramu
sendiri jamu-jamu yang sangat tidak mudah. Sebagian besar responden memilih
kealternatif lain 22 (73,3%) ketika mereka tidak mendapatkan kesembuhan
ditempat sebelumnya.
Saat ditanya
mengenai siapa yang paling berpengaruh dalam pencarian pengobatan, para responden
banyak memilih keluarga 17 (56,7%), karena keluarga adalah orang terdekat dan
dapat dipercaya. Fasilitas yang memadai adalah pilihan paling banyak digunakan
15 (50%) ketika para responden dalam menjawab pertanyaan mengenai pelayan
kesehatan yang baik, karena menurut salah satu responden, percuma apabila
memiliki petugas yang ramah atau biaya yang muarah tetapi fasilitas tidak
lengkap. Untuk upaya pencegahan penyakit yang akan dilakukan oleh para
responden adalah makan makanan bergizi 15 (65,3%), yang dapat menyerap secara
langsung kedalam tubuh mereka.
Jadi walaupun
sebagian pekerjaan responden adalah sebagai petani 12 (40%) dan tingkat
pendidikan yang rendah yaitu SD 14 (46,7%), dan juga sebagian para responden
berumur diatas 60 tahun 10 (33.3%), tetapi tidak menyulutkan mereka untuk
mencari pengobatan yang baik. Karena pada dasarnya seluruh responden 30 (100%)
menginginkan kesembuhan ketika mereka berobat.
BAB 4
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil
penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.
Persepsi sakit responden di Desa Semanding RT 02 RW 01
Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo adalah terbanyak jika responden merasa
tidak enak badan sebesar 83,3%, selanjutnya adalah jika tidak bisa beraktivitas
sebesar 16,7%.
2.
Pilihan pencarian pengobatan oleh responden di Desa
Semanding RT 02 RW 01 Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo berturut-turut
adalah terbanyak dengan pergi ke fasilitas modern seperti rumah sakit,
puskesmas atau dokter sebesar 66.7%,
selanjutnya dengan mengobati sendiri sebesar 33.3%.
4.2 Saran
Saran yang dapat direkomendasikan
yaitu:
1.
Sebaiknya pemerintah Desa Semanding lebih memperhatikan
kesehatan warganya.
2.
Sebaiknya pemerintah juga lebih aktif dalam sosialisasi
tentang asuransi kesehatan, supaya para warga memiliki asuransi kesehatan.
3.
Sebainya fasilitas kesehatan di Desa Semanding disediakan
fasilitas yang memadai.
DAFTAR PUSTAKA
Notoatmodjo, Soekidjo.2010.Ilmu Perilaku Kesehatan.Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo,
Soekidjo.2005.Metode Penelitian Kesehatan (Edisi Revisi).Jakarta: Rineka
Cipta.
Notoatmodjo,
Soekidjo.2007.Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.Jakarta: Rineka Cipta.
DAFTAR LAMPIRAN
No comments:
Post a Comment