Tuesday, May 28, 2013

instral lewat FD

WINDOWS 7
Yang dibutuhkan:
  1. Source Installer Windows 7. Kalau source Anda berbentuk DVD maka Anda butuh DVD ROM (bagi yang tidak punya bisa pinjam DVD ROM external ataupun pinjam laptop/komputer teman yang DVD ROM-nya masih bagus, hehe..).  Kalau source Anda berbentuk ISO maka Anda tidak perlu DVD ROM lagi tentunya.
  2. UFD minimal 4G. Kalau Source Installer Windows 7 Anda sudah include Service Pack 1, kemungkinan 4G tidak cukup jadi Anda butuh UFD yang lebih besar. Dalam contoh ini saya menggunakan UFD 8G.
  3. Cara ini hanya bisa dilakukan under Windows Vista atau Windows 7. Jadi jika OS yang sedang Anda gunakan adalah Windows XP maka Anda tidak bisa melakukan cara ini.
Langkah-langkahnya:
  • Siapkan dan colokkan UFD. Pastikan data-datanya sudah dibackup karena selama proses nanti UFD akan diformat.
  • Buka Start -> All Programs -> Accessories, lalu klik kanan pada Command Prompt dan pilih Run As Administrator.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Jika muncul windows UAC klik saya Yes.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketik DISKPART lalu tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketik LIST DISK lalu tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Perhatikan letak UFD Anda ada di Disk nomor berapa. Dalam ilustrasi di atas terlihat bahwa UFD saya ada di Disk nomor 2. Sehingga selanjutnya ketik SELECT DISK 2, lalu tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketik CLEAN lalu tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketik CREATE PARTITION PRIMARY lalu tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketik SELECT PARTITION 1 lalu tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketik ACTIVE lalu tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketik FORMAT FS=NTFS lalu tekan Enter. Selanjutnya tunggu sampai proses format selesai 100%.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketik ASSIGN lalu tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketik EXIT lalu tekan ENTER. Sampai disini biarkan dulu window Command Prompt, jangan ditutup dulu karena nanti kita akan kembali ke sini lagi.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Siapkan Source Installer Windows 7 Anda. Jika dalam bentuk DVD masukkan ke DVD ROM, jika dalam bentuk ISO segera mount dengan aplikasi virtual drive yang Anda punya.
  • Perhatikan baik-baik direktori atau drive letter tempat Source Installer Windows 7 tersebut. Dalam contoh ini punya saya ada di drive E.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Kembalilah ke window Command Prompt lagi. Sekarang kita ingin masuk ke direktori tempat Source Installer Windows 7 tersebut (dalam contoh ini ada di drive E). Jadi ketik E: lalu tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketik CD BOOT lalu tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Perhatikan baik-baik drive letter UFD Anda. Dalam contoh ini UFD saya ada di drive I. Jadi ketikkan BOOTSECT /NT60 I: lalu tekan Enter (seumpama UFD Anda ada di K, maka perintah yang harus diketik adalah BOOTSECT /NT60 K:).\
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Window Command Prompt sekarang sudah bisa ditutup. Selanjutnya tinggal meng-copy semua file yang ada di Source Installer Windows 7 ke UFD Anda.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketika akan digunakan jangan lupa untuk men-set BIOS supaya bisa melakukan booting dari USB.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Hasilnya UFD Anda pun bisa digunakan untuk install ataupun repair Windows 7 :)
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
WINDOWS XP
Yang dibutuhkan:
  1. Source Installer Windows XP. Kalau source Anda berbentuk DVD maka Anda butuh DVD ROM (bagi yang tidak punya bisa pinjam DVD ROM external ataupun pinjam laptop/komputer teman yang DVD ROM-nya masih bagus, hehe..).  Kalau source Anda berbentuk ISO maka Anda tidak perlu DVD ROM lagi tentunya.
  2. UFD minimal 2G.
  3. Download file MYA.zip di sini. File tersebut berisi folder MYA yang didalamnya ada 3 aplikasi penting yaitu BootSect, PeToUSB, dan USB_Prep8. Extract folder MYA ke harddisk Anda. Dalam contoh ini folder MYA saya extract ke (Dhappy.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
Langkah-langkahnya:
  • Masuklah ke D: -> MYA -> PeToUSB_3.0.0.7 lalu klik kanan PeToUSB dan pilih Run as administrator.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Bila muncul window UAC klik saja Yes.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Akan muncul window PeToUSB. Pastikan Anda mencontreng dan mengisi pilihan seperti yang dilingkari merah dibawah ini. Kalau sudah klik Start.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Akan ada konfirmasi continue. Klik Yes.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Akan ada peringatan sekali lagi. Klik Yes.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Setelah format selesai, klik OK.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Buka Start -> All Programs -> Accessories, lalu klik kanan pada Command Prompt dan pilih Run As Administrator.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Jika muncul windows UAC klik saya Yes.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketik D: lalu tekan Enter. Selanjutnya ketik CD MYA\BOOTSECT kemudian tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Perhatikan baik-baik drive letter UFD Anda. Dalam contoh ini UFD saya ada di drive G. Jadi ketikkan BOOTSECT /NT52 G: lalu tekan Enter (seumpama UFD Anda ada di K, maka perintah yang harus diketik adalah BOOTSECT /NT52 K:).
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketik CD.. lalu tekan Enter. Selanjutnya ketik CD USB_PREP8 kemudian tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketik USB_PREP8 kemudian tekan Enter. Akan muncul beberapa keterangan. Tekan saja sembarang tombol.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Selanjutnya akan ada beberapa jenis pilihan. Sebelumnya siapkan dulu Source Installer Windows XP Anda. Jika dalam bentuk DVD masukkan ke DVD ROM, jika dalam bentuk ISO segera mount dengan aplikasi virtual drive yang Anda punya.
  • Ketik angka 1 lalu tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Pilih drive tempat Source Installer Windows XP Anda berada.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketika angka 3 lalu tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Masukkan drive letter UFD Anda. Karena tadi UFD ada di drive G maka ketikkan G lalu tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Ketik angka 4 lalu tekan Enter. Selanjutnya akan muncul konfirmasi apakah Anda yakin untuk melakukan format. Ketik saja Y kemudian tekan Enter.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Tunggu sampai proses format selesai. Lalu tekan sembarang tombol.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Program akan melakukan proses, tunggu saja beberapa saat. Jika sudah muncul tampilan seperti di bawah ini tekan saja sembarang tombol.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Akan muncul window konfirmasi. Klik Yes dan tunggu beberapa saat sampai proses selesai.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Jika sudah selesai, akan muncul window Change Migrate seperti di bawah ini. Klik saja Yes.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Klik Yes lagi untuk Unmount Virtual Drive.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Setelah itu tekan sembarang tombol dua kali dan UFD kini sudah siap untuk digunakan.
  • Ketika akan digunakan jangan lupa untuk men-set BIOS supaya bisa melakukan booting dari USB.
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
  • Untuk booting pertama kali pilih option nomor satu (TXT Mode). Setelah membuat partisi dan format harddisk serta copy file, komputer/laptop akan restart. Kali ini pilih option nomor dua (GUI Mode).
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
Membuat Bootable USB Flash Disk Untuk Windows 7 dan Windows XP
Demikian penjelasan untuk membuat Bootable USB Flash Disk untuk Windows 7 dan Windows XP. Semoga bisa membantu Anda, khususnya bagi yang tidak memiliki DVD ROM. Selamat mencoba!

Sunday, May 5, 2013

symbian

Trik symbian yang belum sobat ketahui. Symbian adalah merupakan sistem operasi yang biasa digunakan pada handphone, handphone yang memakai system operasi ini misalnya seperti Nokia 3660, Nokia 3230, Nokia 6600, dll untuk handphone yang memakai operating system symbian ini memiliki beberapa trik rahasia,sebagai berikut:

Untuk Copy & paste
Untuk cara Copy dan Paste ini kita bedakan menjadi dua jenis, yaitu jenis teks dan  jenis gambar.

1-Copy & Paste Teks
Copy teks ini biasanya membantu Sobat agar tidak menulis berulang-ulang, untuk di SMS atau pengiriman e-mail, caranya adalah sebagai berikut:
-Sebelum meng-copy letakkan posisi kursor di depan teks yang akan di copy, kemudian tekan tombol `ABC` yang bergambar pensil.
-Selanjutnya geser kursor dengan tombol navigasi ke arah kanan sampai akhir teks.
-Tekan tombol softkey kiri untuk memunculkan menu `copy` dan tombol softkey kanan untuk menu memunculkan `paste`.
-Tempatkan kursor di tempat yang akan Sobat isikan teks tadi dan tekan `paste`.

2-Copy & Paste Gambar, Video, Ringtone dan Sms
File-file seperti gambar, video, ringtone dan sms jika tersimpan di memory ponsel akan mengganggu kinerja ponsel Sobat, untuk itu sebaiknya pindahkan kedalam memory eksternal, caranya sebagai berikut:

Untuk Gambar, Video, Ringtone
-Untuk file gambar, video dan ringtone, buka folder `Image` atau`Galery` dan klik pilihan `option`
-Klik menu `Mark` untuk pilih file tertentu atau `Mark All` untuk pilih semua file.
-Klik `option` lagi untuk memilih menu `Move to folder` ke memori kartu atau `Copy to Memory Card` untuk symbian versi baru.

Untuk SMS
-Klik folder `Messaging` atau `Pesan`
-Pilih `Option` dan klik `Other` lalu pilih `Memory in use` (memory yang digunakan) dan pilih kartu memori.
-Untuk handphone N-Gage, N3650 dan N3230 cara ini tidak bisa karena belum adanya fitur diatas.
Teknis Hapus Sms Report Secara Berkala
-Klik menu `Log`.
-Pilih `Option` lalu pilih `Setting` dan masuk ke menu `Log Duration` untukmenentukan waktu yang diinginkan.

Pe-nyettingan Shortcut
Shortcut merupakan jalan pintas untuk menuju suatu file atau aplikasi yang dipilih tanpa harus membuka dari menu utama.
-Masuklah ke menu `Tool` dan klik `Setting`, `Phone` kemudian pilih `Stand by
mode`.
-Akan terdapat fungsi tombol shortcut yang ada dan bisa diganti dengan aplikasi yang Sobat inginkan.

Memasuki `Safe Mode`
`Safe mode` biasanya diperlukan ketika ada masalah pada hardware atau software, `Safe mode` biasanya akan memungkinkan Sobat untuk menyelamatkan data sebelum ponsel mati total dan menonaktifkan semua aplikasi sehingga bisa leluasa menghapus file bermasalah, seperti virus. Cara yang dapat digunakan adalah:
-Dalam keadaan mati, tekan dan tahan tombol bergambar pensil,bersamaan dengan menghidupkan ponsel, lalu lepas tombol `pensil` setelah proses loading sistem usai.

Teknik Format Kartu
Jika terjasdi kesalah pada kartu MMC Sobat, misalnya kartu MMC Corrupt, cara yang dapat dilakukan adalah:
-Masuk menu `Memory Card`, klik `Option` dan pilih `Format Memory Card`.

Bersihkan Cache
Chace merupakan data sementara yang diambil ketika mengakses sebuah situs seperti `Bookmarks` yang dapat digunakan untuk akses yang lebih cepat ketika ke situs yang sama. `Cache` ini tersimpan di memori ponsel, untuk menghemat memory ada baiknya jika `Chace` dibersihkan secara berkala. Cara yang dapat dilakukan adalah:
-Masuk menu `Service` lalu klik `Option` dan pilih `Clear cache`.

Pembuatan Alinea Baru Ketika Menulis Sms
ini dapat dilakukan dengan cara:
-Menekan 3 kali tombol angka 0.

Rewind (Rew) dan Fast Forward (FF)
Ponsel musik seri `N` biasanya tidak dilengkapi dengan tombol Rew dan FF, maka cara yang dapat dilakukan adalah:
-Pada waktu di tampilan utama player, tekan beberapa saat tombol `next` untuk maju dan `previous` akan membuat lagu “bergulung” ke bagian sebelumnya.
-Atau Sobat bisa mencobanya dengan menekan tombol 4 dan 6 saat di tampilan utama player.

Kunci Tombol Pembuka Menu
Kunci Tombol `Keyped` ini biasanya terletak dan dapat difungsikan pada menu utama, dan `Keyped` ini memudahkan Sobat untuk memilih menu yang akan dimasuki tanpa harus menggerakan tombol navigasi, caranya bisa dengan:
-Memilih dan menekan angka 1 sampai 9 untuk memilih menu tanpa harus menggerakkan tombol navigasi, misalnya angka 1 untuk ke menu `message`atau yang lainya.

Profil Normal dan Silent
Sobat dapat mengubah-ubah profil, ini dilakukan jika Sobat bosan dengan profil yang Sobat pakai, caranya bisa dilakukan dengan:
-Tekan tombol power sekali, lalu muncul sederetan menu dari `switch off` sampai beberapa menu sampai `profil`.
-Pilih menu `profil` setelah itu muncul tampilan nama-nama profil. Pilih `silent`.
-Pada Nokia seri `N` cukup dengan menekan tombol pagar (#) selama beberapa detik. Otomatis akan berpindah dari mode normal ke mode silent.
-Untuk mengembalikan tekan lagi tombol pagar

Demikian Trik symbian yang belum sobat ketahui selamat mencoba.

Monday, April 22, 2013




BAB I
PENDAHULUAN




A. Latar Belakang
Tuberkulosis atau TB (TBC) adalah yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis (Sinta Sasika Novel,S.Si). Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus.
Pada tahun 1992 WHO telah mencanangkan tuberkulosis sebagai Global Emergency. Laporan WHO tahun 2004 menyatakan bahwa terdapat 8,8 juta kasus baru tuberkulosis pada tahun 2002, sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis dan menurut regional WHO jumlah terbesar kasus ini terjadi di Asia Tenggara yaitu 33% dari seluruh kasus di dunia.
Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TB. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Seratus tahun yang lalu, satu dari lima kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh tuberkulosis.
Tuberkulosis masih merupakan penyakit infeksi saluran napas yang tersering di Indonesia. Keterlambatan dalam menegakkan diagnosa dan ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan mempunyai dampak yang besar karena pasien Tuberkulosis akan menularkan penyakitnya pada lingkungan,sehingga jumlah penderita semakin bertambah.
Pengobatan Tuberkulosis berlangsung cukup lama yaitu setidaknya 6 bulan pengobatan dan selanjutnya dievaluasi oleh dokter apakah perlu dilanjutkan atau berhenti, karena pengobatan yang cukup lama seringkali membuat pasien putus berobat atau menjalankan pengobatan secara tidak teratur, kedua hal ini ini fatal akibatnya yaitu pengobatan tidak berhasil dan kuman menjadi kebal disebut MDR ( multi drugs resistance ), kasus ini memerlukan biaya berlipat dan lebih sulit dalam pengobatannya sehingga diharapkan pasien disiplin dalam berobat setiap waktu demi pengentasan tuberkulosis di Indonesia
Tanggal 24 Maret diperingati dunia “Hari TBC” karenapada 24 Maret 1882 di BerlinJermanRobert Koch mempresentasikan hasil studi mengenai penyebab tuberkulosis yang ditemukannya.

B. Rumusan Masalah

            a. Apa saja penyebab penyakit TBC?
            b. Apa saja gejala-gejala penyakit TBC?
            c. Bagaimana proses penularan penyakit TBC?
            d. Bagaimana cara mencegah penyakit TBC?
            e. Bagaimana cara mengobati penyakit TBC?
            f. Uji laboratorium apa saja yang perlu di lakukan?

C. Tujuan

a. Mengetahui Penyebab Penyakit TBC
b. Mengetahui Gejala-gejala Penyakit TBC
c. Mengetahui Penularan Penyakit TBC
d. Mengetahui Cara Mencegah Penyakit TBC
e. Mengetahuin Cara Mengobati Penyakit TBC
f. Uji atau Pemeriksaan Laboratorium




BAB II
PEMBAHASAN
  1. Tinjauan Pustaka
Tuberkulosis atau TB (TBC) adalah penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus. (Sinta Sasika Novel,S.Si).
Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus primer dari ghon ( Hood Alsagaff, th 1995. hal 73).
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang biasa menyerang paru tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lain seperti pada kelenjar getah bening, ginjal, jantung, dan lain sebagainya (Danusantoso, 2000)
Mycobacterium Tuberkulosis ini ditularkan dari orang perorang melalui jalan pernapasan. Pada umumnya, penularan tuberkulosisb berasal dari orang dewasa yang positif tuberkulosis dimana batuk atau percikan ludahnya bertebaran di udara. Percikan ludah ini mengandung basil tuberculosis dan bila seorang anak menghirup udara yang mengandung basil tersebut akan berkembangbiak perlahan- lahan dan menyebabkan kelainan pada paru- paru (Somantri, 2008)





  1. PENYEBAB PENYAKIT TBC
Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya tuberkulosis primer:
a.       Faktor Infeksi
Penularan tuberkulosis primer dapat melalui 4 cara, yaitu:
1.      Batuk orang dewasa
Saat orang dewasa batuk atau bersin, sejumlah tetesan cairan (ludah) tersembur ke udara. Bila orang tersebut menderita tuberkulosis paru, maka tetesan tersebut mengandung kuman. Jika disekitar orang tersebut terdapat orang dewasa atau anak-anak yang pada saat itu kekebalan tubuhnya menurun maka dengan mudah akan terinfeksi atau tertular.

2.      Makanan atau susu

Anak- anak bisa terinfeksi tuberkulosis dari susu atau makanan, dan infeksi bisa terjadi mulai pada mulut atau usus. Susu dapat mengandung tuberkulosis dari sapi (bovine TB), bila sapi di daerah tersebut menderitam tuberkulosis dan susu tidak direbus. sebelum diminum. Bila hal ini terjadi, infeksi primer terjadi pada usus, atau terkadang pada amandel.

3.      Melalui kulit

Kulit yang utuh ternyata tahan terhadap tuberkulosis yang jatuh diatas permukaannya. Namun, bila terdapat luka atau goresan baru, tuberkulosis dapat masuk dan menyebabkan infeksi yang serupa dengan yang ditemukan pada paru.

4.      Keturunan dari ibu

Apabila seorang ibu yang sedang hamil menderita tuberkulosis maka sudah pasti anaknya positif menderita tuberkulosis (medlinux.blogspot.com).





b.      Faktor Lingkungan

Lingkungan yang tidak sehat, gelap dan lembab akan mendukung perkembangbiakan basil Mycobacterium Tuberkulosis. Seperti diketahui basil tuberkulosis merupakan BTA (Basil Tahan Asam) yang dapat berkembangbiak apabila ada di ruangan yang gelap dan lembab, akan mati jika terkena sinar matahari secara langsung. Jadi kebersihan lingkungan perlu diperhatikan.

c.       Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi berkaitan dengan ketersediaan pangan yang kaya zat gizi. Ekonomi juga menjadi faktor pendukung yang mempengaruhi penyebab penularan tuberkulosis primer. Seorang ibu dengan perekonomian rendah maka untuk mencukupi makanan bergizi untuk tumbuh kembang anak susah, sehingga mereka hanya memberi makanan apa saja tanpa mengetahui nilai gizinya. Padahal kita tahu bahwa dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi akan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak dan meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit (Harun, 2002).
d.      Pelayanan Kesehatan

Adanya penyakit tuberkulosis primer yang semakin tinggi prevalensi di Indonesia maka pelayanan kesehatan yang harus ditingkatkan oleh pemerintah, melihat penderita penyakit tersebut adalah anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan membutuhkan perawatan intensive. Apabila tingkat pelayanan kesehatan tidak optimal maka akan mempengaruhi penyembuhan tuberkulosis primer dan bila tingkat pelayanan kesehatan bekerja secara optimal maka laju peningkatan penyakit tuberkulosi primer dapat ditekan seminimal mungkin. Hal ini tidak lepas pula dari peran pemerintah dan masyarakat dalam menanggapi segala macam penyakit agar tidak terjadi angka kematian anak yang tinggi (Depkes RI, 2001).




  1. Gejala Penyakit TBC
Gejala penyakit TBC digolongkan menjadi dua bagian, yaitu gejala umum dan gejala khusus. Sulitnya mendeteksi dan menegakkan diagnosa TBC adalah disebabkan gambaran secara klinis dari si penderita yang tidak khas, terutama pada kasus-kasus baru.

a.  Gejala umum (Sistemik)
- Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
- Penurunan nafsu makan dan berat badan.
- Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
- Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

b. Gejala khusus (Khas)
- Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah yang disertai sesak.
- Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.
- Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
- Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.
Pada penderita usia anak-anak apabila tidak menimbulkan gejala, Maka TBC dapat terdeteksi diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Sekitar 30-50% anak-anak yang terjadi kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif.





  1. Penularan Penyakit TBC
Penularan tuberkulosis primer terjadi karena batuk atau percikan ludah yang mengandung basil Mycobacterium Tuberkulosis bertebaran di udara, kemudian terhirup oleh anak yang pada saat itu sistem imunitas dalam tubuhnya menurun sehingga mudah terinfeksi. Basil tersebut berkembangbiak perlahan-lahan dalam paru sehingga menyebabkan kelainan paru. Basil ini bila menetap di jaringan paru, ia akan tumbuh dan berkembangbiak dalam sitoplasma makrofag. Basil juga dapat terbawa masuk ke organ tubuh lain yang nantinya bisa menyebabkan tuberkulosis hati, ginjal, jantung, kulit dan lain-lain (UKK PP IDAI, 2005).
Bersamaan dengan itu, sebagian kuman akan dibawa melalui cairan getah bening ke kelenjar getah bening yang terdekat disamping bronkus. Dari kedua tempat tersebut, kuman akan menimbulkan reaksi tubuh, dan sel-sel kekebalan tubuh akan berkumpul. Dalam waktu 4 hinga 8 minggu akan muncul daerah kecil di tengah-tengah proses tersebut dimana terdapat jaringan tubuh yang mati ( perkijuan) yang dikelilingi sel-sel kekebalan tubuh yang makin membesar. Perubahan-perubahan yang terjadi pada paru dan kelenjar getah bening ini dikenal sebagai tuberkulosis primer (Harun,2002)

Basil Mycobacterium Tuberculosis ini dapat bertahan selama 1-2 jam pada suasana lembab dan gelap, sebaliknya akan mati jika terkena sinar matahari. Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat dormant , tertidur lama selama beberapa tahun (Depkes RI, 2001).








  1. Pencegahan Penyakit TBC
Tips berikut berguna untuk mencegah Penularan penyakit TBC:
a. Menutup mulut pada waktu batuk dan bersin
b. Meludah hendaknya pada tempat tertentu yang sudah diberi desinfektan (air sabun)
c. Imunisasi BCG diberikan pada bayi berumur 3-14 bulan
d. Menghindari udara dingin
e. Mengusahakan sinar matahari dan udara segar masuk secukupnya ke dalam tempat tidur
f. Menjemur kasur, bantal,dan tempat tidur terutama pagi hari
g. Semua barang yang digunakan penderita harus terpisah begitu juga mencucinya dan tidak boleh digunakan oleh orang lain
h. Makanan harus tinggi karbohidrat dan tinggi protein

  1. Pengobatan Penyakit TBC 
Pengobatan bagi penderita penyakit TBC akan menjalani proses yang cukup lama, yaitu berkisar dari 6 bulan sampai 9 bulan atau bahkan bisa lebih. Penyakit TBC dapat disembuhkan secara total apabila penderita secara rutin mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter dan memperbaiki daya tahan tubuhnya dengan gizi yang cukup baik.
Selama proses pengobatan, untuk mengetahui perkembangannya yang lebih baik maka disarankan pada penderita untuk menjalani pemeriksaan baik darah, sputum, urine dan X-ray atau rontgen setiap 3 bulannya. Adapun obat-obtan yang umumnya diberikan adalah Isoniazid dan rifampin sebagai pengobatan dasar bagi penderita TBC, namun karena adanya kemungkinan resistensi dengan kedua obat tersebut maka dokter akan memutuskan memberikan tambahan obat seperti pyrazinamide dan streptomycin sulfate atau ethambutol HCL sebagai satu kesatuan yang dikenal 'Triple Drug'.






                       


  1. Uji atau Pemeriksaan Laboratorium

Untuk mediagnosa penyakit tuberkulosis dapat di lakukan berbagai pemeriksaan yang akan di paparkan di bawah ini, namun yang lebih di tekankan dalam mendiagnosa adanya penyakit TBC adalah indikasi gejala klinis, sebab gejala klinis yang mendukung ditambah dengan hasil pemeriksaan lain barulah dapat di tentukan diagnosa penyakit TBC.

a.      Pemeriksaan  bakteriologi

untuk  menemukan kuman  tuberkulosis mempunyai  arti  yang sangat penting dalam menegakkan diagnosa. Bahan - Bahan atau spesimen untuk pemeriksaan bacteriologi. Untuk  mendapatkan hasil yang diharapkan perlu diperhatikan waktu pengambilan, tempat penampungan, waktu  penyimpanan dan cara pengiriman bahan pemeriksaan.

b.      Pemeriksaan Darah
 Hasil pemeriksaan darah rutin kurang menunjukan indikator yang spesifik untuk tubercolosis. Laju Endap Darah (LED) jam pertama dan jam kedua dibutuhkan. Data ini dapat di pakai sebagai indikator tingkat kestabilan keadaan nilai keseimbanganpenderita,  sehingga dapat digunakan untuk salah satu respon terhadap pengobatan penderita serta  kemungkinan sebagai predeteksi tingkat penyembuhan penderita.Demikian pula kadar  limfosit dapat menggambarkan daya tahan tubuh penderita.

c.       Uji Tubercullin
Pada anak, uji tuberkulin merupakan pemeriksaan paling bermanfaat  untuk menunjukkan sedang/pernah terinfeksi Mikobakterium tuberkulosa dan sering digunakan dalam "Screening TBC". Efektifitas dalam menemukan infeksi TBC dengan uji tuberkulin adalah lebih dari 90%.Penderita  anak  umur  kurang  dari  1  tahun  yang  menderita  TBC  aktif  uji  tuberkulin positif  100%,  umur  1–2  tahun  92%,  2–4  tahun  78%,  4–6  tahun  75%,  dan  umur  6–12 tahun 51%.  Dari persentase tersebut dapat dilihat bahwa semakin besar usia anak maka hasil uji tuberkulin semakin kurang spesifik.Ada beberapa cara  melakukan  uji tuberkulin, namun  sampai sekarang cara mantoux lebih  sering  digunakan. Lokasi  penyuntikan  uji mantoux umumnya  pada  ½  bagian  atas lengan  bawah  kiri  bagian  depan,  disuntikkan intrakutan(ke  dalam  kulit).Penilaian  uji tuberkulin  dilakukan  48–72  jam  setelah  penyuntikan  dan  diukur  diameter  dari pembengkakan (indurasi) yang terjadi.Uji  tuberkulin  hanya  berguna  untuk menentukan adanya infeksi TBsedangkan penentuan  sakit  TB  perlu ditinjau dari  klinisnya  dan ditunjang  foto  torak.Pasien  dengan hasil  uji  tuberkulin  positif  belum  tentu  menderita  TB. Adapun  jika  hasil  uji  tuberkulin negatif,  maka  ada  tiga  kemungkinan,  yaitu  tidak  ada  infeksi  TB,  pasien  sedang mengalami masa inkubasi infeksi TB, atau terjadi alergi.
Penilaian hasil uji tuberculin test :
1.  Pembengkakan (Indurasi)   : 0–4 mm,uji mantoux negatif.
        Arti klinis : tidak ada infeksi Mikobakterium tuberkulosa
   2.  Pembengkakan (Indurasi)  : 3–9 mm,uji mantoux meragukan.
        Hal ini bisa karena kesalahan teknik, reaksi atau silang dengan Mikobakterium atipik setelah  vaksinasi BCG.
   3.  Pembengkakan (Indurasi)   : = 10 mm,uji mantoux positif.
        Arti klinis : sedang atau pernah terinfeksi Mikobakterium tuberkulosa

d.      Pemeriksaan Radiologis
Pemeriksaan  standar  ialah  foto  toraks.  Pemeriksaan  lain  atas  indikasi:  fotolateral,  top lordotik,  oblik,  CT  Scan.  Pada  pemeriksaan  foto  toraks,  tuberkulosis  dapat  memberi gambaran bermacam-macam bentuk.









BAB III

A.      KESIMPULAN
Berdasarkan isi pembahasan, dapat disimpulkan bahwa, penyakit TBC dapat disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. misalkan, jika seseorang terlalu banyak bekerja keras, dan lupa untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam dirinya, maka tentu saja daya tahan tubuh akan berkurang, sehingga penyakit ini dapat diderita oleh orang tersebut. pada umumnya penyakit ini bermula dari sebuah penyakit batuk biasa. namun bila penyakit batuk ini sudah tidak diobati selama tiga minggu, maka akan berakibat lebih buruk, dan akhirnya timbullah penyakit TBC.

B.       DAFTAR PUSTAKA


Sasika Sinta, 2010. Ensiklopedi Penyakit Menular dan Infeksi. Bandung. Familia Pystaka Keluarga.